Kamu masih kuliah PGSD???
Mau buat tugas IAD ???
Nih,, saya pernah membuat "MAKALAH PERKEMBANGAN DAN PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN ALAM"
bisa kok dijadikan referensi,,, tapi jangan cuma di copy paste semuanya ya..(masa ampe titik koma nya sama plek alias semuanya sama =D )....
Semoga bermanfaat.... :-)

MAKALAH
PERKEMBANGAN DAN PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
( Disusun untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah IAD
)
Disusun oleh :
Ismawati (10120207 )
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
IKIP PGRI SEMARANG
2012
Kata Pengantar
Puji syukur kami haturkan kepada Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah Ilmu Alamiah Dasar ini dapat
kami selesaikan,meskipun sifatnya masih sangat sederhana.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyususunan makalah ini,terutama kepada Ibu Dosen Pembimbing mata kuliah Ilmu
Alamiah Dasar, yang telah memberikan arahan serta bimbingannya,sehingga makalah
ini dapat terselesaikan.Tak luput juga kami pahami betapa pentingnya sumber
bacaan yang telah membantu dalam memberikan informasi yang telah menjadi bahan
dalam makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan dalam
penulisan makalah ini, oleh karenanya kritik dan saran yang bersifat
konstruktif sangat kami harapkan demi perbaikan makalah ini.
Penyusun,
Daftar Isi
Halaman
Judul …………………………………………………. i
Kata
Pengantar………………………………………………….. ii
Daftar
Isi........................................................................................
iii
Pendahuluan
A.Latar Belakang…………………………………………........... 1
B. Rumusan Masalah…...……………………………………….. 1
C. Tujuan Penulisan…………………………………………….... 1
Pembahasan
A.
Metode
ilmiah sebagai dasar IPA ...................................... 2
B.
Perkembangan IPA ............................................................ 4
C.
Ruang Lingkup IPA dan Pengembangannya ................... 5
Penutup
A.Kesimpulan……………………………………........................ 8
B.Saran……………………………………………….................. 8
Daftar Pustaka
.............................................................................. 10
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan kumpulan pengetahuan
tersusun secara sistematis yang didasarkan pada penyelidikan dan interpretasi
terhadap peristiwa-peristiwa atau gejala alam melalui metode dan sikap ilmiah.
Ilmu ini terus berkembang, bertambah luas, dan mendalam sesuai dengan
hasil-hasil penemuan dan penyelidikan baru, menyebabkan timbulnya cabang-cabang
ilmu yang dikenal sebagai: Fisika, Kimia, Biologi, dan Ilmu Pengetahuan Bumi
dan Antariksa (IPBA). Dalam perkembangannya, ternyata banyak proses yang
penjelasannya memerlukan bantuan dari dua atau lebih cabang ilmu yang merupakan
kombinasi dari cabang-cabang yang telah ada, seperti Kimia Fisika, Biokimia,
Biofisika, dan Geofisika. Pembagian IPA dalam berbagai cabang tersebut
sebenarnya untuk lebih mempermudah mempelajari alam seisinya dari sudut pandang
tertentu. Namun di luar dari pada itu, satu hal yang pasti, yakni sasaran yang
diselidiki, diuraikan, dan dibahas adalah satu, yaitu alam semesta yang
meliputi: asal mula alam semesta dengan segala isinya, termasuk proses,
mekanisme, sifat benda maupun peristiwa yang terjadi.
B.
Rumusan Masalah
A.
Bagaimana peran metode ilmiah sebagai dasar IPA ?
B.
Bagaimana perkembangan IPA ?
C.
Bagaimana ruang lingkup IPA dan pengembangannya ?
C.Tujuan Penulisan
1.
Mengetahui peran metode ilmiah sebagai dasar IPA
2.
Mengetahui perkembangan IPA
3.
Mengetahui ruang lingkup IPA dan pengembangannya
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Metode Ilmiah sebagai Dasar IPA
Metode ilmiah adalah prosedur atau
cara dalam memperoleh pengetahuan yang disebut ilmu. Ini berarti bahwa ilmu merupakan pengetahuan yang didapatkan
lewat metode ilmiah.
Berbagai cara dilakukan manusia
untuk memperoleh pengetahuan, baik melalui pendekatan non ilmiah maupun pendekatan ilmiah.
Adapun penemuan ilmu pengetahuan
mereka melalui pendekatan non ilmiah diperoleh dengan 3 cara:
1. Prasangka
2. Intuisi
3. Trial and error
Juga penemuan ilmu pengetahuan
melalui pendekatan ilmiah dilakukan berdasarkan pemikiran rasional, pengalaman
empiris (fakta) maupun referensi pengalaman sebelumnya. Berdasarkan metode ini,
data atau fakta yang ada harus diuji terlebih dahulu sebelum diterima
kebenarannya.
1.
Kriteria ilmu pengetahuan
Suatu pengetahuan dapat disebut ilmu
jika memenhi criteria sebagai berikut:
a.
Logis atau masuk akal
b.
Objektif
c.
Metodik
d.
Sistematis
e.
Berlaku umum atau universal
f.
Kumulatif
2.
Langkah-langkah metode ilmiah
Langkah-langkah metode ilmiah
sebagai berikut:
a.
Perumusan masalah
Yang
dimaksud masalah adalah menyangkut topic atau objek yang diteliti batasan yang
jelas serta dapat diidentifikasi faktor-faktor yang terkait. Oleh sebab itu,
masalah merupakan pertanyaan apa, mengapa atau bagaimana tentang objek yang
diteliti itu.
b.
Penyusunan Hipotesis
Hipotesis
merupakan pernyataan tentang kemungkinan jawaban sementara tentang masalah yang
ditetapkan.
c.
Pengujian Hipotesis
Merupakan
upaya pengumpulan fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan dan diuji apakah
fakta tersebut mendukung hipotesis atau tidak.
d.
Penarikan Kesimpulan
Kesimpulan
diambil berdasarkan hasil analisis data untuk melihat apakah hipotesis yang
diajukan diterima atau ditolak. Hipotesis yang diterima merupakan pengetahuan
yang kebenarannya teruji secara ilmiah dan merupakan bagian dari ilmu
pengetahuan.
Berdasarkan logika, penarikan
kesimpulan dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
a.
Logika deduktif, cara berpikir dimana ditarik kesimpulan yg
bersifat khusus dari pernyataan bersifat umum.
b.
Logika Induktif,
terkait dengan empirisme (butuh dukungan fakta).
3. Sikap Ilmiah
a.
Jujur
b.
Objektif
c.
Terbuka
d.
Toleran
e.
Skeptis
f.
Optimis
g.
Pemberani
h.
Kreatif dan inovatif
i.
Dapat membedakan antara opini dan fakta
j.
Tidak berprasangka dalam mengambil keputusan
k.
Teliti, hati-hati dan saksama dalam bertindak
l.
Selalu ingin tahu
B.
Perkembangan IPA
Untuk menjelaskan fenomena alam,
maka perlu dilakukan pengamatan atau penelitian yang terus-menerus. Suatu
penelitian tentu diperlukan landasan pengamatan atau teori yang sudah ada.
Landasan atau strata ilmu dapat dibagi atas tiga, yaitu:
1.
Hipotesis
Merupakan strata ilmu yang paling rendah, berupa dugaan atau
prediksi yang diambil berdasarkan pengetahuan atau teori yang sudah ada untuk
menjawab penelitian yang sedang dilakukan.
2.
Teori
Merupakan strata ilmu yang lebih tinggi dari hipotesis,
berupa landasan ilmu yang telah teruji kebenarannya, namun teori masih mungkin untuk
dikoreksi dengan teori baru yang lebih tepat.
3.
Hukum dan dalil
Merupakan strata ilmu yang paling tinggi, berupa teori yang
telah diuji terus-menerus dan diketahui tidak ditemukan adanya kesalahan.
Ilmu pengetahuan akan terus berkembang sejalan dengan sifat
manusia yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah dipunyai atau
diketahuinya. Berdasarkan hal tersebut, maka ilmu pengetahuan merupakan siklus
ilmu dengan penelitian sebagai intinya yang tidak pernah terputus. Bahkan ia
akan semakin membesar dan meluas.
Perkembangan
IPA Klasik dan Modern
Penggolongan IPA menjadi “klasik”
dan “modern” sama sekali bukan berkaitan dengan waktu maupun klasifikasi bidang
ilmu. Penggolongan ini lebih mengacu kepada konsepsi, yaitu cara berpikir, cara
memandang, dan cara menganalisis suatu fenomena alam.
IPA klasik yang telaahannya
mengikuti kaidah ilmu tradisional berdasarkan pengalaman, kebiasaan, dan
bersifat makroskopik. Sedangkan IPA modern yang bersifat mikroskopik, muncul
berdasarkan penelitian maupun pengujian dan telah diadakan pembaharuan yang
dikaitkan dengan berbagai disiplin ilmu yang ada.
C. Ruang Lingkup IPA dan
Pengembangannya
Klasifikasi
IPA
Ilmu pengetahuan alam dapat dibagi
menjadi tiga bidang utama yaitu:
1.
Ilmu
Sosial dan Budaya; membahas hubungan antarmanusia sebagai makhluk sosial, yang
selanjutnya dibagi atas:
a.
Psikologi, mempelajari proses mental dan tingkah laku.
b.
Pendidikan, proses latihan yang terarah dan sistematis menuju ke suatu tujuan.
c.
Antropologi, mempelajari asal usul dan perkembangan jasmani, sosial, kebudayaan
dan tingkah laku sosial.
d.
Etnologi, cabang dari studi antropologi yang dilihat dari aspek sistem
sosio-ekonomi dan pewarisan kebudayaan terutama keaslian budaya.
e.
Sejarah, pencatatan
peristiwa-peristiwa yang telah terjadi
pada suatu bangsa, negara atau individu.
f.
Ekonomi, yang berhubungan dengan produksi, tukar menukar barang produksi, pengolahan dalam lingkup rumah tangga, negara
atau perusahaan.
g.
Sosiologi, studi tentang tingkah laku sosial, terutama tentang asal usul
organisasi, institusi, perkembangan masyarakat.
2.
Ilmu Pengetahuan Alam, yang membahas tentang
alam semesta dengan semua isinya dan selanjutnya terbagi atas:
a.
Fisika, mempelajari benda tak hidup dari aspek wujud dengan perubahan yang
bersifat sementara. Seperti : bunyi cahaya, gelombang magnet, teknik
kelistrikan, teknik nuklir
b.
Kimia, mempelajari benda hidup dan tak hidup dari aspek sususan materi dan
perubahan yang bersifat tetap. Kimia secara garis besar dibagi kimia organik
(protein, lemak) dan kimia anorganik (NaCl), hasil dari ilmu ini dapat
diciptakan seperti plastik, bahan peledak
c.
Biologi, yang mempelajari makhluk hidup dan gejala-gejalanya.
Botani, ilmu
yang mempelajari tentang tumbuh-tumbuhan
Zoologi
ilmu yang mempelajrai tentang hewan
Morfologi
ilmu yang mempelajari tentang struktur luar makhluk hidup
Anatomi
suatu studi tentang struktur dalam atau
bentuk dalam mahkhluk hidup
Fisiologi
studi tentang fungsi atau faal/organ bagian tubuh makhluk hidup
Sitologi
ilmu yang mempelajari tentang sel secara mendalam
Histologi
studi tentang jaringan tubuh atau organ makhluk hidup yang merupakan serentetan
sel sejenis
Palaentologi
studi tentang makhluk hidup masa lalu
3. Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa
Studi
tentang bumi sebagai salah satu anggota tatasurya, dan ruang angkasa dengan
benda angkasa lainnya.
a. Geologi, yang membahas tentang struktur bumi. (yang
bahasannya meliputi dari ilmu kimia dan fisika) contoh dari ilmu ini petrologi (batu-batuan), vukanologi (gempa
bumi), mineralogi (bahan-bahan mineral)
b. Astronomi, membahas benda-benda
ruang angkasa dalam alam semesta yang meliputi bintang, planet, satelit da
lain-lainnya. Manfaatnya dapat digunakan dalam navigasi, kalendar dan waktu
Pemfokusan dan Pembentukan Multidisiplin Ilmu
a.
Pemfokusan Ilmu
Dengan pengembangan ilmu yang begitu cepatnya, terutama
mulai awal abad ke-20 menyebabkan klasifikasi ilmu berkembang kea rah disiplin
ilmu yang lebih spesifik. Sebagai contoh, dalam disiplin fisika telah terjadi
pemfokusan menjadi berbagai subdisiplin fisika, antara lain bunyi dan getaran,
magnet, listrik, optik, mekanika, dan fisika modern.
Selanjutnya, subdisiplin ilmu tersebut berkembang menjadi
spesialisasi tertentu. Sehingga tidak memungkinkan lagi seseorang dapat
menguasai beberapa atau bahkan satu bidang ilmu tertentu dengan sempurna..
untuk dapat menguasai ilmu dengan baik, maka seorang ahli akan lebih
memfokuskan atau menspesialisasikan dirinya dalam salah satu focus disiplin
ilmu tertentu.
b.
Multidisiplin dan Interdisiplin Ilmu
Multidisiplin ilmu merupakan ilmu
pengetahuan yang cakupan pembahasannya menggunakan lebih dari satu kelompok
disiplin ilmu, misal kelompok IPA dan IPS. Contoh multidisiplin ilmu adalah
lingkungan, yang dapat mengolaborasikan ilmu IPA dan IPS.
Sedangkan Interdisiplin ilmu
merupakan ilmu pengetahuan yang cakupan pembahasannya menggunakan satu kelompok
disiplin ilmu saja. Contoh interdisiplin ilmu adalah ilmu computer yang
dikembangkan dari disiplin IPA.
Perkembangan interdisiplin IPA pun
cukup banyak dan berkembang sangat pesat. Sehingga perkembangan tersebut sangat
mempengaruhi pola pandang dan kehidupan sosial saat ini. Oleh karena itu, suatu
ilmu yang dikembangkan berdasarkan interdisiplin ilmu tetapi karena dampak
sosial perlu diperhitungkan, sehingga pembahasannya berubah menjadi
multidisiplin ilmu.